Kamis, 17 September 2009

Semua Hal Berkaitan Dengan Kimia

1. Mengapa kita tidak boleh membuka presto saat baru selesai digunakan?
Jadi begini.. air yang berada dalam presto, entah dari materi dalam makanan atau memang dari air yang ditambahkan, akan berubah bentuk menjadi uap karena dipanaskan. Nah, karena presto ialah sebuah bejana yang benar-benar tertutup, tidak ada uap air yang dapat terbebas keluar dari presto tersebut. Hal itu menyebabkan tekanan presto dapat terus meningkat seiring dengan kenaikan suhu yang disebabkan oleh pemanasan kompor. Itulah mengapa presto dapat memasak segalanya dengan lebih cepat dan menghasilkan masakan yang lebih lunak; itu karena tekanan tinggi dan temperatur tinggi. Nah, apa yang akan terjadi apabila Anda membuka presto saat baru saja selesai digunakan? Sederhana saja, paling-paling tutup presto akan meloncat ke atas Anda lalu disertai dengan sedikit bunyi ledakan dan semburan uap air panas. Hehehe.. maka dari itu, tunggulah agar presto dingin.. Itu akan menyebabkan tekanan dalam presto menurun dan segalanya akan menjadi aman bagi Anda.

2. Mengapa gula lebih cepat melarut pada air panas?
Jadi, pada dasarnya hal itu disebabkan oleh sifat kelarutan padatan dalam cairan yang akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu; dan itu berlaku sebaliknya. Padatan akan semakin mudah larut dalam pelarut yang memiliki temperatur yang lebih tinggi. Selain karena efek kelarutan, temperatur yang tinggi berfungsi sebagai pemasok energi pelarutan yang digunakan agar padatan larut dalam air. Sumber energi lain yang biasa Anda gunakan sehari-hari tentunya ialah energi dari tangan Anda. Anda tinggal pilih, Anda dapat mengocok-ngocok minuman Anda hingga tangan Anda pegal ato mengambil jalan pintas dengan menggunakan air panas. Hehehe..

3. Kenapa minuman soda lebih nikmat saat dingin?
Ini lagi-lagi berhubungan dengan kelarutan namun kali ini berhubungan dengan kelarutan gas dalam cairan. Rasa nikmat pada minuman soda disebabkan karena tingginya kandungan karbondioksida dalam minuman Anda. Anda ingat kan mengapa soda disebut minuman berkarbonasi; itu karena memang di dalamnya dilarutkan karbondioksida. Nah.. pada suhu tinggi, karbondioksida akan terbebas dari cairan sedangkan pada suhu rendah karbondioksida akan terlarut. Maka dari itu, masukkanlah minuman soda Anda ke dalam lemari pendingin agar semakin banyak karbondioksida yang terlarut dalam minuman soda Anda dan pasti minuman itu akan terasa lebih nikmat. Uhh yeahh.. Hehehe..

4. Mengapa deodoran berbentuk cairan dalam kemasan namun berubah jadi spray saat digunakan?
Saya yakin Anda semua menyadari ini tapi Anda tidak mau tahu dan tidak peduli tentang penjelasan ilmiah fenomena tersebut. Hahaha.. Jadi gini.. pada dasarnya materi kan bisa berbentuk padat, cair, dan gas, bukan? Nah, kapan materi berbentuk ini atau itu sangatlah dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur. Kemasan deodoran ialah sebuah bejana yang memiliki tekanan yang cukup tinggi untuk membuat materi di dalam kemasan tersebut berada dalam bentuk cairan. Saat kita menggunakan deodoran tersebut, cairan akan keluar dan “bertemu” dengan udara luar yang memiliki tekanan lebih rendah; cukup rendah untuk membuat cairan itu berubah wujud menjadi gas. Cukup sederhana bukan penjelasannya? Hehehe.. Penjelasan ini juga berlaku untuk tabung LPG di rumah kita. Penjelasan mengenai apakah seluruh materi di dalam kemasan/tangki itu berwujud cair atau tidak hanya akan dijelaskan bila saya sempat dan bila Anda tertarik. Anda tertarik dengan keseimbangan uap-cair? Hehehe..

5. Mengapa deodoran spray tidak boleh diletakkan di tempat panas?
Sebenarnya, deodoran spray Anda tidaklah sepenuhnya terdiri dari senyawa kimia yang berfungsi sebagai pengharum dan anti-pespirant. Di dalam kemasan tersebut terdapat gas pendorong yang berfungsi mendorong senyawa-senyawa lain keluar dari kemasan. Zat pendorong yang umumnya digunakan ialah CFC dan butana. Penggunaan CFC sudah dihentikan dan umumnya deodorant spray sudah menggunakan butana. Tidak perlu saya jelaskan bukan mengapa penggunaan CFC dihentikan. Dan ingat, itu bukan karena ancaman hujan asam atau global warming. Memang sih CFC dapat berkontribusi memperparah global warming tapi bukan itu isu utamanya. Apakah Anda ingat isu yang satunya lagi?? (*Ya Anda benar, isu penipisan lapisan ozon.. Hehe..) Nah, kembali ke gas pendorong.. Apabila Anda meletakkan kemasan deodoran di tempat panas, suhu gas pendorong di dalam kemasan akan meningkat dan tentunya tekanan gas tersebut akan meningkat. Selain peningkatan tekanan, butana pada dasarnya ialah gas yang mudah terbakar. Jadi coba Anda bayangkan apabila tekanan terus meningkat, lalu butana bocor dan bertemu dengan udara yang mengandung oksigen serta didukung dengan suhu sekitar yang panas. Yaahh.. kira-kira ada ledakan api dikit lah ya.. Hehehe..

Berapa Harga Tubuh Manusia?

Anda ingat dan pernah menyaksikan film “Six Million Dollar Man“? Film tersebut berkisah mengenai seorang astronaut yang mengalami cedera dan kemudian satu-satunya harapan bagi dia untuk dapat hidup adalah dengan mengandalkan kepada “bionic human technology” yang dipasangkan kedalam tubuhnya yang rusak. Dan tentu saja sesuai dengan judul filmnya, harga untuk memasang alat tsb adalah enam juta dolar.
Mendengar jumlah uang tersebut sepertinya sangat besar (memang besar sih :p), seolah-olah harga tubuh manusia ciptaan Allah lebih murah dari “six million dollar man” tadi.
Tapi pernahkah timbul pertanyaan pada diri anda mengenai “kalau seandainya dijual, berapa ya kira-kira harga tubuh manusia itu”?

Seolah-olah dulu ketika melihat film six million dollar man, sepertinya harga diri kita ini lebih rendah dari enam juta dolar .

Ketika Harold, J. Morowitz – seorang professor kimia – menyadari hal ini, beliau langsung melakukan cross check dengan katalog bahan-bahan kimia yang dimilikinya.

Nah, Prof. Morowitz pun segera menyatakan bahwa manusia itu – kita berbicara secara kimia ya – harganya lebih dari enam juta dolar, dan bahkan tidak ternilai. Ingin tahu perhitungan singkat yang dilakukan oleh Prof. Morowitz (pada saat itu), berikut sedikit detailnya (harga di katalog mungkin sekarang sedikit berubah ). Prof. Morowitz pada saat itu mencatat dari katalog bahan-bahan kimia harga dari beberapa hormon dan protein manusia, sbb:

(1) Hemoglobin – $ 285 / gram;
(2) Insulin – $ 47.50 / gram;
(3) Trypsin – $ 36 / gram;
(4) Bilrubin, $ 12 / gram;
(5) DNA Manusia, $ 76 / gram;
(6) Kolagen, $ 15 / gram;
(7) Albumin Manusia, $ 3.00 / gram. Bahkan mungkin lebih lagi
(8) Kinase Asetat, $ 8,860 / gram;
(9) Alkalin Fosfatase, $ 225 / gram;
(10)Asam Amino seperti Bradykinin berharga lebih dari $ 12 / gram.

Sekarang bagian yang mengejutkan ,

(11) Follicle-stimulating hormon yang berharga $ 8 juta / gram

(12) Prolactin, hormon yang menstimulasi produksi air susu ibu setelah melahirkan, berharga $ 17,5 juta / gram.

Daftar tsb diatas hanyalah sebagian dari miliaran senyawa kimia yang terdapat pada tubuh kita.

Nah, Prof. Morowitz telah melakukan perhitungan persentasi rata-rata komposisi dari masing-masing senyawa diatas yang terdapat pada tubuh manusia. Menurut perhitungan Prof. Morowitz, pada setiap manusia rata-ratanya adalah $ 245.54 / gram. Prof. Morowitz kemudian mengambil contoh pada dirinya sendiri yang berat badannya 79,364 kg (79.364 gram) (Lumayan gemuk juga ya Prof. Morowitz ini ).

Kita mengetahui bahwa 68% dari tubuh manusia tersusun dari air, kalau demikian, maka berat kering dari Prof. Morowitz adalah 24,436 gram. Kemudian, dengan mengalikan 24, 436 gram dengan $ 254.54, Dr. Morowitz menemukan bahwa tubuhnya sendiri (hanya berdasarkan perhitungan 11 senyawa kimia diatas, senyawa no. 12 tentunya tidak dihitung ya ) berharga $ 6.000.015,44.

Kalau begitu, istrinya Prof. Morowitz berharga lebih mahal lagi kan .

Oke, tidak berhenti disini, tubuh manusia sangat luar biasa, banyak hal yang belum terungkap dari sistem tubuh manusia. Perhitungan hanya bisa dibuat terhadap bagian yang sudah diketahui saja. Tetapi walau demikian, baru sebagian yang diungkap saja, prediksi nilai tubuh manusia pun sudah sangat luar biasa.

Seandainya perusahaan yang memproduksi / mensitesis senyawa-senyawa diatas dari raw material, harga produksinya akan melunjak lagi hingga enam miliar dolar (pusing ya menghitung uang terlalu banyak ).

Kemudian, tidak sampai disitu saja, setelah senyawa-senyawa penyusun tubuh manusia tsb dikumpulkan, kita harus merangkai senyawa sintetik tsb menjadi struktur molekular, dan kemudian membuatnya menjadi komponen yang lebih besar lagi. Lagi-lagi, diproses ini dibutuhkan biaya yang diprediksi oleh Prof. Morowitz dapat melunjak lebih dari 600 miliar dolar.

Setelah semua proses diatas, masih ada lagi proses yang tentu saja – jika kita berbicara secara kimia – membutuhkan biaya yang tidak ternilai.

Lebih jauh lagi, prediksi harga-harga tersebut baru merupakan perhitungan terhadap sel-sel sederhana. Pada tubuh manusia, sel harus menyusun sebuah jaringan; jaringan harus menyusun sebuah organ; dan organ tubuh harus didesain agar mempunyai fungsi seperti apa yang telah kita ketahui. Nah kalau begitu, berapa harga yang dibutuhkan untuk menyusun sel-sel tersebut hingga menjadi organ yang memiliki fungsi yang luar biasa ini? Jawabannya akan menjadi, “Kita tidak akan mampu untuk menilai semua hal tersebut”.

Serba-Serbi Unsur Kimia

Paling ringan: hidrogen (kerapatan 0,0009 kg/L)
Paling berat: osmium (22,57 kg/L)
Palng keras: karbon (dalam bentuk intan)
Paling banyak di jagat raya: hidrogen (75% massa jagat raya)
Paling banyak di bumi: besi (35% massa bumi)
Paling banyak di kulit bumi: oksigen (45% massa kulit bumi)
Paling mudah bereaksi: fluor
Paling sukar bereaksi: helium
Paling tinggi titik lelehnya: wolfram (3422 derajat C)
Paling bagus daya hantarnya: perak

MAKNA DAN ARTI DARI NAMA UNSUR KIMIA

Hidrogen, H (Yunani: hydor = air; genes = pembentuk}
Helium, He (Yunani: helios = matahari)
Litium , Li (Yunani: lithos = batu)
Berilium, Be (Latin: beryl = manis)
Boron, B (Arab: buraq = jernih)
Karbon, C (Latin: carbo = batubara)
Nitrogen, N (Yunani: nitron = basa; genes = pembentuk)
Oksigen, O (Yunani: oxys = asam; genes = pembentuk)
Fluor, F (Latin: fluere = mengalir)
Neon, Ne (Yunani: neos = baru)


Natrium, Na (Latin: natri = basa)
Magnesium, Mg (Magnesia, daerah di Yunani)
Aluminium, Al (Latin: alum = pahit)
Silikon, Si (Latin: silex = batu api)
Fosfor, P (Yunani: phosphoros = pembawa cahaya)
Belerang, S (Latin: sulphur = belerang)
Klor, Cl (Yunani: chloros = hijau)
Argon, Ar (Yunani: argos = malas)
Kalium, K (Arab: qali = abu)
Kalsium, Ca (Latin: calx = kapur)

Skandium, Sc (Skandinavia)
Titanium, Ti (Yunani: titan = besar tubuh, raksasa)
Vanadium, V (Vanadis, dewi cinta Skandinavia)
Krom, Cr (Yunani: chroma = warna)
Mangan, Mn (Latin: magnes = bermagnet)
Besi, Fe (Latin: ferrum = besi)
Kobal, Co (Jerman: kobold = ruh jahat)
Nikel, Ni (Jerman: kupfernickel = tembaga palsu)
Tembaga, Cu (Yunani: Kypros = Siprus)
Seng, Zn (Jerman: zink = seng)

Galium, Ga (Latin: Gallia = Perancis)
Germanium, Ge (Latin: Germania = Jerman)
Arsen, As (Arab: az-zirnikh = kuning emas)
Selenium, Se (Yunani: selene = bulan)
Brom, Br (Yunani: bromos = pesing)
Kripton, Kr (Yunani: kryptos = tersembunyi)
Rubidium, Rb (Latin: rubidus = merah)
Strontium, Sr (Strontian, daerah di Skotlandia)
Itrium, Y (Ytterby, daerah di Swedia)
Zirkonium, Zr (Arab: zarqun = kemilau)

Niobium, Nb (Niobe, dewi Yunani)
Molibdenium, Mo (Yunani: molybdos = timbal)
Teknesium, Tc (Yunani: technetos = buatan)
Rutenium, Ru (Latin: Ruthenia = Rusia)
Rodium, Rh (Yunani: rhodos = merah jambu)
Paladium, Pd (Asteroid Pallas)
Perak, Ag (Latin: argentum = perak)
Kadmium, Cd (Kadmos, raja Thebe di Yunani)
Indium, In (Latin: indicum = nila)
Timah, Sn (Latin: stannum = timah)

Antimon, Sb (Yunani: stibi = cincin)
Telurium, Te (Latin: tellus = tanah)
Iodium, I (Yunani: iodes = ungu)
Xenon, Xe (Yunani: xenos = asing)
Sesium, Cs (Latin: caesius = biru)
Barium, Ba (Yunani: baros = berat)
Lantanum, La (Yunani: lanthanein = tercecer)
Serium, Ce (Asteroid Ceres)
Praseodimium, Pr (Yunani: praseos = hijau tua; dymos = kembar)
Neodimium, Nd (Yunani: neos = baru; dymos = kembar)

Prometium, Pm (Prometheos, tokoh mitos Yunani)
Samarium, Sm (Kolonel Samarski, ahli tambang Rusia)
Eropium, Eu (Benua Eropa)
Gadolinium, Gd (Johan Gadolin, 1760-1852, orang Finlandia)
Terbium, Tb (Ytterby, daerah di Swedia)
Disprosium, Dy (Yunani: dysprositos = sukar didapat)
Holmium, Ho (Latin: Holmia = Stockholm)
Erbium, Er (Ytterby, daerah di Swedia)
Tulium, Tm (Yunani: Thule = Swedia)
Iterbium, Yb (Ytterby, daerah di Swedia)

Lutetium, Lu (Latin: Lutetia = Paris)
Hafnium, Hf (Latin: Hafnia = Kopenhagen)
Tantalum, Ta (Tantalus, dewa Yunani)
Wolfram, W (Jerman: wolfram = batu berat)
Renium, Re (Latin: Rhenus = Sungai Rhine)
Osmium, Os (Yunani: osme = bau)
Iridium, Ir (Latin: iris = pelangi)
Platina, Pt (Spanyol: platina = perak kecil)
Emas, Au (Latin: aurora = fajar)
Raksa, Hg (Yunani: hydrargyre = air perak)

Talium, Tl (Yunani: thallos = hijau muda)
Timbal, Pb (Latin: plumbum = timbal)
Bismut, Bi (Arab: bismuth = cerah)
Polonium, Po (Latin: Polonia = Polandia)
Astatin, At (Yunani: astatos = tidak tetap)
Radon, Rn (Latin: radius = sinar)
Fransium, Fr (Perancis)
Radium, Ra (Latin: radius = sinar)
Aktinium, Ac (Yunani: aktis = sinar)
Torium, Th (Thor, dewa Skandinavia)

Protaktinium, Pa (Yunani: pertama menjadi aktinium)
Uranium, U (Planet Uranus)
Neptunium, Np (Planet Neptunus)
Plutonium, Pu (Planet Pluto)
Amerisium, Am (Benua Amerika)
Kurium, Cm (Marie Sklodowska Curie, 1867-1934)
Berkelium, Bk (Berkeley di Amerika Serikat)
Kalifornium, Cf (California di Amerika Serikat)
Einsteinium, Es (Albert Einstein, 1879-1955)
Fermium, Fm (Enrico Fermi, 1901-1954)

Mendelevium, Md (Dmitri Ivanovich Mendeleyef, 1834-1907)
Nobelium, No (Alfred Bernhard Nobel, 1833-1896)
Lawrensium, Lr (Ernest Orlando Lawrence, 1901-1958)
Ruterfordium, Rf (Ernest Rutherford, 1871-1937)
Dubnium, Db (Dubna di Rusia)
Seaborgium, Sg (Glenn Theodore Seaborg, 1912-1999)
Bohrium, Bh (Niels Henry David Bohr, 1885-1962)
Hassium, Hs (Hasse di Jerman)
Meitnerium, Mt (Lise Meitner, 1878-1968)
Darmstadtium, Ds (Darmstadt di Jerman)

Rontgenium, Rg (Wilhelm Konrad Rontgen, 1845-1923)

Catatan:
IUPAC menetapkan bahwa sejak unsur nomor atom 96, nama unsur mengabadikan nama ilmuwan atau nama tempat penelitian unsur.
Unsur-unsur ununbium (112, Uub), ununtrium (113, Uut), ununquadium (114, Uuq), ununpentium (115, Uup), dan ununhexium (116, Uuh) sudah berhasil disintesis, tapi belum diberi nama resmi oleh IUPAC.

Unsur kimia yang baru

Kedua hal yang disebutkan di bawah merupakan usulan unsur untuk ditambahkan pada tabel periodik (dari kelas kimia):
Nama unsur: wanita
Simbol: Xx
Bobot atom: jangan pernah ditanya.
Sifat fisika: biasanya berbentuk teratur. Mendidih tanpa sebab dan dapat
membeku kapan saja. Meleleh ketika diperlakukan dengan baik. Sangat
pahit jika salah penanganan.
Sifat kimia: sangat aktif. Sangat tidak stabil. Dapat berikatan kuat dengan
emas, perak, platinum, dan batu berharga. Mudah menguap bila dibiarkan
sendiri. Dapat menyerap sejumlah besar makanan enak. Berubah hijau
bila ada spesimen yang lebih bagus di sebelahnya.
Kegunaan: sangat ornamental. Katalis yang sangat baik untuk menghabiskan
kekayaan. Kemungkinan merupakan reduktor penghasilan paling kuat yang pernah diketahui.
Peringatan: mudah meledak di tangan yang tidak berpengalaman.

Nama unsur: pria
Simbol: Xy
Bobot atom: 180 +/-50
Sifat fisika: padatan pada suhu kamar, tapi mencair dengan mudah. Kadang
padat kadang lembek. Sulit untuk menemukan dalam bentuk yang masih
murni. Contoh yang sudah berumur sulit menghantarkan listrik, berbeda
dengan contoh yang masih muda.
Sifat kimia: mudah membentuk ikatan dengan Xx kapan saja memungkinkan. Bisa juga berikatan kuat dengan sesamanya. Menjadi mudah meledak ketika dicampur dengan An (unsur: anak) untuk waktu tertentu. Dinetralkan dengan penjenuhan menggunakan alkohol.
Kegunaan: tidak diketahui. Kemungkinan sumber utama metana. Spesimen yang baik dapat menghasilkan sejumlah besar perintah.
Perhatian: ketidakberadaan Xx menyebabkan unsur ini cepat mengalami
dekomposisi dan mulai berbau.