Senin, 17 September 2012
Penisilin Sebagai Antibiotik
I. Antibiotik
Antibiotik adalah golongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Antibiotik bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri. Antibiotik berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desifektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.
Antibiotik oral (yang dimakan) mudah digunakan bila efektif, dan antibiotik intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotik kadangkala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.
Antibiotik termasuk jenis obat yang cukup sering diresepkan dalam pengobatan modern. Antibiotik adalah zat yang membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri. Sebelum penemuan antibiotik yang pertama, yaitu penisilin, pada tahun 1928, jutaan orang di seluruh dunia tak terselamatkan jiwanya karena infeksi-infeksi yang saat ini sebenarnya mudah diobati.
II. Riwayat Singkat Penemuan Antibiotik Modern
Penemuan antibiotik terjadi secara tidak sengaja ketika Alexander Fleming, pada tahun 1928, lupa membersihkan sediaan bakteri pada cawan petri dan meninggalkannya di rak cuci sepanjang akhir pekan. Pada hari Senin, ketika cawan petri tersebut akan dibersihkan, ia melihat sebagian kapang telah tumbuh di media dan bagian di sekitar kapang bersih dari bakteri yang sebelumnya memenuhi media. Karena tertarik dengan kenyataan ini, ia melakukan penelitian lebih lanjut terhadap kapang tersebut, yang ternyata adalah Penicillium chrysogenum (kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembab beberapa hari). Ia lalu mendapat hasil positif dalam pengujian pengaruh ekstrak kapang itu terhadap bakteri koleksinya. Dari ekstrak itu ia mengaku menemukan antibiotik alami pertama yang dikenal dengan nama penisilin G.
III. Sifat Penisilin
Semua penisilin memiliki keragka dasar Penam, yang memiliki rumus molekul R-C9H11N2O4S, dimana R adalah rangka samping yang beragam.
Gambar 1. Struktur Umum Penisilin
Penisilin merupakan antibiotik bakterisidal yang menghambat sintesis dinding sel dan digunakan untuk penyakit-penyakit seperti sifilis, listeria, atau alergi bakteri gram positif/Staphilococcus/Streptococcus. Namun, karena Penisilin merupakan jenis antibiotik pertama sehingga paling lama digunakan telah membawa dampak resistansi bakteri terhadap antibiotik ini. Meskipun demikian, Penisilin tetap digunakan selain karena harganya yang murah juga produksinya yang mudah.
Adapun sifat-sifat penisilin adalah sebagai berikut:
1. Tahan asam, karena ada gugus penarik elektron, misalnya gugus fenoksi, yang terikat pada rantai samping amino.
2. Kebal terhadap β-laktamase, karena ada gugus meruah (builky) pada rantai samping amino misalnya cincin aromatik yang pada kedudukan orto mengandung gugus halogen atau metoksi.
3. Tahan terhadap asam lambung dan terhadap β-laktamase, karena ada gugus meruah dan bersifat penarik elektron pada rantai samping amino.
4. Spektrum luas, karena ada gugus hidrofil seperti -NH2,- COOH, dan -SO3H pada rantai samping amino, sehingga penembusan obat melalui pori saluran protein membran terluar bakteri Gram-negatif menjadi lebih besar.
IV. Mekanisme Kerja dan Efek Samping Penisilin
Penisilin menghambat pembentukan mukopeptida yang diperlukan untuk sintesis dinding sel mikroba. Terhadap mikroba yang sensitif, Penisilin akan menghasilkan efek bakterisid (membunuh kuman) pada mikroba yang sedang aktif membelah. Mikroba dalam keadaan metabolik tidak aktif (tidak membelah) praktis tidak dipengaruhi oleh Penisilin, meskipun ada pengaruhnya hanya bakteriostatik (menghambat perkembangan).
Efek samping Penisilin yaitu reaksi hipersensitif, gatal, nyeri tenggorokan, muntah, diare, halusinasi dan kejang.
V. Analisa Kualitatif dan Kuantitatif
5.1 Spektrofotometri Infrared (Kualitatif)
Sampel dilarutkan dalam kloroform. Kemudian larutan tersebut dianalisis menggunakan spektrofotometer infared. Spektrum sampel yang dihasilkan dibandingkan dengan spektrum penisilin murni.
5.2 Titrasi Iodometri (Kuantitatif)
Sampel dilarutkan dalam air dan larutan dicairkan hingga mengandung sekitar 2,5 mg penicillin dalam 5 ml. Selanjutnya 5 ml aliquot, B dan S, dipipet kedalam labu iodin secara terpisah. 5 ml laruan buffer dan 10 ml larutan iodin ditambahka kedalam labu yang mengandung B. Labu ditutup dan ditempatkan ditempat gelap selama 20 menit pada suhu ruangan. Setelah itu kelebihan iodin dititrasi dengan 0,01 N tiosulfat dengan amilum sebagai indikator. Aliquot S ditambahkan 1 ml NaOH 1 N. Setelah 20 menit pada suhu ruangan, 5 ml buffer dan 10 ml larutan iodin ditambahka dan campuran ditempatkan ditempat gelap selama 20 menit dan kemudian dititrasi dengan 0,01 N tiosulfat
Iodin yang digunakan untuk mengequivalenkan penisilin = (VB-VS)N/1000
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar